Kenapa PDM Penting? Memahami Peran Kuncinya dalam Desain Database
Pernah terpikir bagaimana sebuah ide aplikasi yang masih berupa konsep bisa berubah menjadi database nyata yang berjalan di server? Dari sekadar coretan di kertas, tiba-tiba menjadi tabel-tabel rapi di MySQL, PostgreSQL, atau SQL Server. Proses itu tentu tidak terjadi begitu saja.
Ada peran penting seorang “arsitek data” yang bekerja merancang struktur database dengan teliti. Salah satu rancangan utama yang mereka gunakan adalah Physical Data Model (PDM). Kali ini kita akan membahas apa itu PDM, apa fungsinya, dan bagaimana proses mengubah Conceptual Data Model (CDM) menjadi PDM. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!
Apa itu Physical Data Model (PDM)?
Physical Data Model (PDM) merupakan representasi paling detail dari skema database. PDM dapat diibaratkan sebagai cetak biru final yang siap dieksekusi sebelum sistem database benar-benar dibangun. Model ini bersifat sangat teknis dan spesifik terhadap teknologi database yang digunakan.
PDM memuat sejumlah detail penting, seperti struktur tabel, kolom beserta tipe datanya (misalnya INT, VARCHAR(100), DATE), primary key dan foreign key, indeks untuk optimasi hingga aturan atau constraint antar tabel. Dengan kata lain, PDM menjelaskan bagaimana data benar-benar akan disimpan dan dikelola di dalam sistem database.
CDM vs PDM Bedanya Apa?
CDM atau Conceptual Data Model berfokus pada gambaran besar sebuah sistem. Model ini masih berada di level konsep, sehingga belum membahas hal-hal teknis sama sekali. CDM biasanya hanya menggambarkan aturan bisnis, bersifat lebih abstrak, dan belum memikirkan jenis database apa yang akan digunakan—apakah MySQL, PostgreSQL, atau lainnya. Intinya, CDM menjawab pertanyaan “Apa datanya?”
Sementara itu, Physical Data Model (PDM) sudah masuk ke tahap implementasi. PDM membahas bagaimana data benar-benar disimpan di dalam database. Model ini sudah mempertimbangkan teknis penyimpanan, spesifik terhadap jenis database yang dipakai, dan jauh lebih detail serta lengkap dibanding CDM. PDM menjawab pertanyaan “Bagaimana data disimpan?”
Jadi, secara singkat, CDM menggambarkan konsep besarnya, sedangkan PDM memikirkan cara realisasi teknisnya.
Kenapa PDM Penting Banget?
Jangan salah, PDM bukan cuma kotak-kotak ribet yang dilihat sekilas bikin pusing. Justru ini pondasi penting biar database kamu:
Bisa Digenerate Jadi SQL Secara Otomatis
Tools seperti PowerDesigner bisa langsung bikin script SQL dari PDM. Jadi kamu nggak perlu ngetik CREATE TABLE satu-satu lagi.Performanya Bisa Dioptimalkan
Melalui PDM, perancang dapat menentukan indeks, partisi, atau struktur lain yang membuat database berjalan lebih cepat dan efisien.Data Lebih Efisien
Pemilihan tipe data yang sesuai membuat ruang penyimpanan lebih efisien dan meningkatkan performa sistem secara keseluruhan. Misal: angka pakai INT, teks pakai VARCHAR, tanggal pakai DATE.
Contoh Dari CDM ke PDM
Coba bayangkan kita sedang membangun sebuah sistem informasi akademik. Pada tahap CDM, terdapat tiga entitas utama yaitu Mahasiswa, Mata_Kuliah, dan KRS. Relasi yang terbentuk di antara entitas tersebut adalah hubungan Many-to-Many antara Mahasiswa dan Mata_Kuliah, serta hubungan One-to-Many antara Mahasiswa dan KRS.
Ketika CDM tersebut digenerate menjadi PDM, entitas-entitas tadi akan berubah menjadi tabel nyata di dalam database. Relasi Many-to-Many secara otomatis dipecah menjadi sebuah tabel perantara, yaitu tabel KRS, agar hubungan kedua entitas dapat direpresentasikan secara fisik. Pada tahap ini pula, foreign key akan muncul untuk menghubungkan tabel Mahasiswa dan Mata_Kuliah melalui tabel KRS.
Dari proses ini terlihat bagaimana desain konsep yang awalnya sederhana dapat berkembang menjadi struktur database yang rapi, lengkap, dan siap diimplementasikan.
Sekarang kamu sudah tahu bahwa Physical Data Model (PDM) itu bukan sekadar diagram rumit. PDM adalah jembatan yang mengubah ide besarmu menjadi sesuatu yang benar-benar bisa dijalankan di server.
Menguasai PDM itu penting banget, apalagi buat mahasiswa informatika atau siapa pun yang mau terjun ke dunia programming dan database.
Daftar Referensi
Datensen. (2025, September 8). Many-to-many relationships | ER Diagram. Diambil dari
https://www.datensen.com/blog/er-diagram/many-to-many-relationships/
Dimas Miftahul Huda. (2018, Januari 21). Belajar Conceptual Data Model (CDM) dan Physical Data Model (PDM). Diambil dari
https://dimasmiftahulhuda.wordpress.com/2018/01/21/belajar-conceptual-data-model-cdm-dan-physical-data-model-pdm/
Ferdinote. (2015, Januari 12). Membuat Conceptual Data Model menggunakan PowerDesigner. Diambil dari
https://ferdinote.wordpress.com/2015/01/12/membuat-conceptual-data-model-menggunakan-powerdesigner/
AgileModeling. (n.d.). Physical Data Models (PDM): An Agile Introduction. Diambil dari
https://agilemodeling.com/artifacts/physicaldatamodel.htm
Lucidchart. (n.d.). Data models: CDM vs. LDM vs. PDM. Diambil dari
https://www.lucidchart.com/blog/data-models-cdm-vs-ldm-vs-pdm
Scribd. (n.d.). Conceptual Data Model & Physical Data Model (CDM & PDM). Diambil dari
https://id.scribd.com/document/420309487/Conseptual-Data-Model-Physical-Data-Model-