Mahasiswa Informatika UNESA Pelajari Mekanisme Database Locking untuk Cegah Double Booking dan Konflik Data pada Sistem Digital
Dalam perkembangan sistem digital saat ini, kemampuan menjaga konsistensi data merupakan hal yang sangat penting, terutama pada aplikasi yang dipakai banyak pengguna secara bersamaan. Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mempelajari konsep tersebut melalui topik database locking dalam mata kuliah Basis Data. Mekanisme ini digunakan untuk mengunci data agar tidak terjadi konflik saat dua atau lebih transaksi mengakses data yang sama.
Pada mata kuliah Basis Data, mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih dan mengembangkan materi pembelajaran sesuai minat masing-masing. Mahasiswa diminta mencari topik yang relevan dengan pengelolaan data modern, kemudian mengolahnya menjadi materi penjelasan singkat untuk dipresentasikan. Dalam pelaksanaannya, salah satu topik yang dipilih adalah mekanisme database locking, yaitu bagaimana sistem database mencegah terjadinya double booking pada aplikasi pemesanan kursi bioskop. Melalui topik tersebut, mahasiswa mempelajari konsep locking, jenis-jenis penguncian, serta penerapannya pada berbagai sistem database seperti MySQL, SQL Server, dan PostgreSQL.
Masalah Utama: Race Condition di Dunia Nyata
Salah satu contoh yang dipelajari adalah ketika dua pengguna memesan kursi bioskop yang sama pada detik yang hampir bersamaan. Tanpa mekanisme penguncian, sistem bisa mengonfirmasi bahwa kedua pengguna berhasil memesan kursi tersebut. Kondisi ini disebut race condition, dan dapat menyebabkan data tidak konsisten, kerugian sistem, serta turunnya kepercayaan pengguna.
Memahami Cara Kerja Locking
Database locking bekerja dengan cara mengunci data sementara agar hanya satu transaksi yang dapat membaca atau mengubah data dalam satu waktu.
Jenis penguncian yang dipelajari meliputi:
• Shared Lock (S-Lock): digunakan saat membaca data; transaksi lain masih boleh membaca tetapi tidak boleh mengubah.
• Exclusive Lock (X-Lock): digunakan saat mengubah data; transaksi lain harus menunggu hingga proses selesai.
• Table-Level Locking: mengunci seluruh tabel.
• Row-Level Locking: mengunci baris tertentu, lebih efisien untuk sistem modern.
Simulasi sederhana membantu mahasiswa memahami bagaimana locking bekerja dan mencegah akses ganda pada data yang sama.
Teknologi Database yang Mengatur Locking
Dalam proses pembelajaran, dijelaskan bahwa mekanisme locking sepenuhnya diatur oleh database engine, bukan oleh programmer secara manual. Pada tugas ini, fokus pembelajaran berada pada MySQL, khususnya engine InnoDB, yang secara otomatis mengelola:
• kapan sebuah baris atau tabel harus dikunci,
• kapan kunci dilepas,
• serta bagaimana database menangani konflik transaksi ketika dua pengguna mencoba mengakses data yang sama.
Melalui penggunaan MySQL dan beberapa simulasi sederhana, mahasiswa dapat melihat bagaimana InnoDB menerapkan locking untuk menjaga konsistensi data saat terjadi akses bersamaan.
Implementasi dan Contoh Kasus
Melalui percobaan, mahasiswa mencoba beberapa perintah SQL untuk memahami mekanisme penguncian, seperti:
• Perintah LOCK TABLES sebelum UPDATE,
• Melihat perubahan status kursi setelah transaksi,
• Membandingkan hasil pada dua sesi berbeda.
Simulasi ini memperlihatkan bahwa tanpa locking, data bisa mengalami konflik. Dengan locking, transaksi kedua akan masuk ke status waiting hingga transaksi pertama selesai.
Kesimpulan
Melalui tugas ini, mahasiswa Informatika UNESA mendapatkan pemahaman praktis tentang bagaimana sistem database modern menjaga konsistensi data, terutama pada aplikasi real-time yang digunakan banyak pengguna. Wawasan ini sangat penting bagi calon pengembang aplikasi di bidang pemesanan tiket, e-commerce, perbankan, dan layanan digital lainnya.
UNESA terus mendorong mahasiswa untuk memahami konsep fundamental sekaligus menguasai praktik nyata agar mampu bersaing dalam pengembangan teknologi informasi.