Realtime Database vs Cloud Firestore: Memilih Database Firebase yang Tepat untuk Aplikasi Modern
Oleh: Dammar Sanggalie – Informatika
Dalam perkembangan teknologi digital saat ini, kebutuhan akan sistem penyimpanan data yang cepat, aman, dan mampu bekerja secara real-time menjadi semakin penting. Aplikasi modern seperti layanan chat, marketplace, pelacakan lokasi, hingga sistem IoT, membutuhkan basis data yang tidak hanya dapat menyimpan informasi, tetapi juga mampu memperbarui data secara langsung tanpa jeda. Salah satu platform yang menyediakan layanan tersebut adalah Firebase, produk berbasis cloud milik Google yang telah banyak digunakan di dunia industri maupun akademik.
Firebase menawarkan dua jenis layanan database utama, yaitu Realtime Database dan Cloud Firestore. Meski keduanya sama-sama dirancang untuk aplikasi real-time, keduanya memiliki perbedaan mendasar dari sisi struktur data, kemampuan query, skalabilitas, serta biaya penggunaan. Artikel ini bertujuan memberikan gambaran ringkas namun komprehensif mengenai perbedaan kedua layanan tersebut, sehingga pembaca dapat menentukan pilihan database yang paling sesuai dengan kebutuhan pengembangan aplikasi.
Firebase: Platform Pengembangan Aplikasi Modern
Firebase dikembangkan sebagai solusi backend-as-a-service, yang memungkinkan pengembang membuat aplikasi tanpa harus mengelola server secara manual. Selain menyediakan layanan autentikasi, penyimpanan file, notifikasi, dan hosting, Firebase juga menawarkan dua sistem basis data yang fleksibel dan mudah diintegrasikan: Realtime Database dan Cloud Firestore. Kedua layanan ini menggunakan pendekatan NoSQL dan mampu beroperasi secara real-time, sebuah fitur yang sangat dibutuhkan dalam aplikasi dinamis masa kini.
Perbedaan Struktur Data
Salah satu perbedaan paling mendasar terletak pada struktur data masing-masing database.
Realtime Database menggunakan struktur JSON Tree, yakni satu pohon besar dengan cabang-cabang data di dalamnya. Struktur ini sederhana dan mudah digunakan untuk menyimpan data kecil dan tidak terlalu kompleks. Namun, ketika data semakin banyak, struktur pohon yang bercabang ini dapat menjadi sulit dikelola dan rentan menyebabkan konflik data.
Sebaliknya, Cloud Firestore menggunakan model Collection–Document, yang menyerupai kumpulan folder berisi dokumen. Setiap dokumen berisi pasangan field–value, dan di dalam dokumen dapat dibuat subkoleksi tambahan. Struktur yang lebih modular ini membuat Firestore lebih mudah dikembangkan, terutama untuk aplikasi yang memiliki banyak jenis data dan relasi antarobjek.
Kemampuan Query
Dari segi pencarian data, Firestore memiliki keunggulan yang lebih menonjol.
Realtime Database hanya memungkinkan penggunaan satu filter setiap kali melakukan query, sehingga kurang fleksibel untuk kebutuhan pencarian data kompleks.
Di sisi lain, Firestore mendukung compound queries, yaitu pencarian dengan banyak kondisi secara bersamaan. Ditambah dengan fitur indexing otomatis, Firestore dapat mengelola permintaan data dalam jumlah besar dengan cepat dan efisien.
Performa dan Skalabilitas
Kedua database ini mampu bekerja secara real-time, tetapi cara kerja internalnya berbeda.
Realtime Database bekerja di satu region server. Dalam aplikasi kecil, ini tidak menjadi masalah. Namun ketika jumlah pengguna meningkat atau aplikasi digunakan dari berbagai wilayah, performanya bisa mengalami penurunan.
Firestore, sebagai generasi yang lebih baru, dibangun dengan sistem multi-region dan replikasi otomatis. Hal ini membuat performanya lebih stabil, bahkan ketika digunakan oleh banyak pengguna secara bersamaan. Dari sisi skalabilitas, Firestore umumnya lebih unggul untuk aplikasi jangka panjang.
Biaya Penggunaan
Perbedaan penting lainnya adalah model penagihan.
-
Realtime Database menghitung biaya berdasarkan jumlah data yang diunduh, yang dapat menjadi mahal ketika aplikasi memiliki data besar.
-
Firestore menggunakan model biaya berdasarkan jumlah dokumen yang dibaca, ditulis, atau dihapus, sehingga lebih efisien untuk aplikasi yang membutuhkan akses data terstruktur.
Kapan Menggunakan yang Mana?
Secara sederhana:
-
Realtime Database cocok untuk aplikasi kecil yang membutuhkan update sangat cepat seperti chat sederhana, live location, atau monitoring IoT.
-
Cloud Firestore ideal untuk aplikasi dengan data kompleks, kebutuhan query fleksibel, serta potensi pertumbuhan jangka panjang, seperti marketplace, sistem e-learning, atau aplikasi komunitas.
Pemilihan database yang tepat akan sangat mempengaruhi performa, efisiensi biaya, dan skalabilitas aplikasi yang dikembangkan.
Kesimpulan
Baik Realtime Database maupun Cloud Firestore memiliki kelebihan masing-masing. Realtime Database unggul dalam kesederhanaan dan kecepatan update, sedangkan Firestore menawarkan fleksibilitas, efisiensi query, dan skalabilitas yang lebih baik. Dengan memahami perbedaan ini, pengembang dapat menentukan pilihan database yang paling sesuai dengan kebutuhan proyek mereka.
Link Video YouTube
Video pembelajaran lengkap dapat disaksikan melalui tautan berikut: