TUTORIAL UNTUK PEMULA MONGODB COMPASS DASAR | BASIS DATA
Pendahuluan: Kenapa Belajar Database Itu Susah?
Zaman sekarang, hampir semua aplikasi butuh database. Mulai dari aplikasi toko online,
media sosial, sampai aplikasi pesan-pesan yang kita pakai setiap hari. Semua butuh tempat
nyimpan data. MongoDB adalah salah satu database yang paling banyak dipakai. Perusahaan
besar seperti eBay, Forbes, dan Adobe pakai MongoDB.
Tapi masalahnya, kebanyakan orang yang baru belajar MongoDB langsung mundur duluan.
Kenapa? Karena harus pakai layar hitam (terminal) dan ngetik perintah-perintah yang susah
dihapal. Bayangin aja, layar hitam dengan tulisan putih, terus harus hafal berbagai perintah. Kalau salah ketik sedikit aja, langsung error. Banyak yang akhirnya nyerah sebelum benar-
benar belajar.
Untungnya, sekarang ada solusinya. Namanya MongoDB Compass. Ini adalah aplikasi resmi
dari MongoDB yang tampilannya gampang banget dipakai. Tidak perlu lagi ngetik perintah
di layar hitam. Semua bisa dilakukan dengan klik-klik mouse aja. Artikel ini akan jelasin
gimana caranya pakai MongoDB Compass dari nol sampai bisa.
Bagian 1: Apa Itu MongoDB Compass?
Penjelasan Sederhana MongoDB Compass
MongoDB Compass itu ibarat remote control buat database kamu. Kalau biasanya harus
ngetik perintah panjang-panjang, sekarang tinggal klik tombol. Gampang kan?
Aplikasi ini dibuat langsung sama perusahaan MongoDB pada tahun 2015. Tujuannya
simpel: biar orang-orang nggak takut lagi belajar database. Semua yang dulunya harus ngetik
perintah, sekarang tinggal klik menu.
Ada tiga versi MongoDB Compass:
• Compass biasa: Versi lengkap, bisa lihat dan ubah data
• Compass Readonly: Cuma bisa lihat data aja, nggak bisa ubah (cocok buat yang takut
salah hapus data)
• Compass Isolated: Versi yang nggak butuh internet (buat keamanan ekstra)
Kenapa Pemula Harus Pakai Compass?
Data dari MongoDB University bilang, lebih dari 70% orang yang baru belajar MongoDB
pilih pakai Compass. Alasannya gampang banget dipahami.
Pertama, tampilannya kayak aplikasi biasa. Nggak ada layar hitam yang bikin takut. Semua
ada tombolnya, ada menunya, kayak pakai Microsoft Word atau aplikasi lainnya. Kamu
tinggal klik-klik aja.
Kedua, langsung dikasih tahu kalau salah. Misalnya kamu lagi masukin data, terus ada yang
salah, langsung dikasih tahu salahnya dimana. Nggak perlu bingung sendiri kenapa error.
Ketiga, sambil belajar klik-klik, kamu juga belajar perintahnya. Compass itu nunjukin
perintah yang jalan di balik layar. Jadi lama-lama kamu paham juga perintah-perintahnya
tanpa harus belajar khusus.
Bagian 2: Cara Install dan Hubungkan ke Database
Cara Install MongoDB Compass
Kabar baiknya, install MongoDB Compass itu gampang banget. Nggak ribet kayak install
software lain yang harus setting macem-macem.
Langkah 1: Download
• Buka website resmi MongoDB: https://www.mongodb.com/try/download/compass
• Websitenya otomatis tahu kamu pakai Windows, Mac, atau Linux
• Klik tombol "Download"
• Ukuran filenya sekitar 150-200 MB
Langkah 2: Install
• Kalau pakai Windows: Klik dua kali file yang udah didownload, klik Next beberapa
kali, tunggu 2-3 menit. Selesai.
• Kalau pakai Mac: Buka file yang udah didownload, tarik icon Compass ke folder
Applications. Selesai.
• Kalau pakai Linux: Pakai installer sesuai sistem kamu (.deb atau .rpm)
Mudah kan? Nggak sampai 5 menit udah kelar.
Cara Hubungkan ke Database
Setelah install selesai dan buka aplikasi Compass, kamu akan lihat halaman untuk hubungkan
ke database. Ini bagian penting, jadi perhatiin baik-baik.
Cara 1: Kalau Punya MongoDB di Komputer Sendiri
Kalau kamu udah install MongoDB di komputer, caranya gampang:
1. Pastikan MongoDB-nya udah jalan
2. Di Compass, udah ada tulisan otomatis: mongodb://localhost:27017
3. Tinggal klik tombol "Connect"
4. Selesai! Kamu udah masuk
Cara 2: Pakai MongoDB Atlas (di Internet)
Ini cara yang lebih gampang buat pemula. MongoDB Atlas itu database yang disimpan di
internet (cloud). Gratis sampai 512 MB, cukup banget buat belajar.
Caranya:
1. Bikin akun di MongoDB Atlas (gratis)
2. Nanti dikasih tulisan panjang (connection string)
3. Copy tulisan itu
4. Paste di Compass
5. Klik "Connect"
Penting! Connection string itu kayak password. Jangan kasih ke orang lain ya. Kalau orang
lain tahu, mereka bisa masuk ke database kamu.
Mengenal Tampilan MongoDB Compass
Setelah berhasil masuk, kamu akan lihat tampilan utama Compass. Jangan bingung dulu, ini
penjelasannya:
Sebelah Kiri (Sidebar)
• Ada daftar database kamu
• Kalau diklik, akan buka dan nunjukin isi database
• Mirip kayak folder di komputer
Bagian Tengah (Layar Utama)
• Ini tempat kerja utama
• Data kamu akan muncul di sini
• Ada beberapa tab di atas (Documents, Schema, Indexes, dll)
Bagian Atas (Menu Bar)
• Ada tombol-tombol penting
• Tombol buat bikin database baru
• Tombol buat setting-setting
Bagian Bawah (Status Bar)
• Nunjukin apakah kamu masih terhubung ke database
• Nunjukin berapa banyak data yang kamu lihat
Bagian 3: Cara Pakai Database - CRUD untuk Pemula
CRUD itu singkatan dari Create (bikin), Read (baca), Update (ubah), Delete (hapus). Ini
empat hal dasar yang harus kamu kuasai.
Create: Bikin Database dan Masukin Data
Bikin Database Baru
Gampang banget:
1. Klik tombol "Create Database" di pojok kiri atas
2. Isi nama database, misalnya: toko_buku
3. Isi nama collection (kayak folder), misalnya: produk
4. Klik "Create Database"
Selesai! Database baru kamu udah jadi.
Masukin Data Pertama
Sekarang saatnya masukin data. Ada dua cara:
Cara 1: Ketik Manual (Untuk Belajar)
1. Klik database yang baru kamu buat
2. Klik tab "Documents"
3. Klik tombol "ADD DATA" → "Insert Document"
4. Akan muncul kotak buat nulis. Ketik kayak gini:
json
{
"judul": "Belajar Database untuk Pemula",
"penulis": "Budi Santoso",
"harga": 85000,
"stok": 100,
"kategori": ["Teknologi", "Pemula"],
"rating": 4.5
}
5. Klik "Insert"
Data pertama kamu udah masuk!
Cara 2: Import dari File Excel atau JSON
Kalau kamu punya banyak data di Excel:
1. Klik "ADD DATA" → "Import File"
2. Pilih file Excel atau CSV kamu
3. Ikuti petunjuknya
4. Klik "Import"
Compass bisa masukin ribuan data sekaligus. Praktis banget!
Read: Cari dan Lihat Data
Lihat Semua Data
Tinggal klik nama collection kamu. Semua data langsung muncul. Gampang kan?
Cari Data Tertentu
Misalnya kamu mau cari buku yang harganya di bawah 100 ribu. Caranya:
1. Di bagian atas, ada kotak "Filter"
2. Ketik kayak gini:
json
{ "harga": { "$lt": 100000 } }
3. Tekan Enter
Nanti yang muncul cuma buku dengan harga di bawah 100 ribu.
Penjelasan:
• $lt artinya "less than" (kurang dari)
• 100000 itu angka yang kamu cari
Contoh lain:
Cari buku dengan harga pas 85 ribu:
json
{ "harga": 85000 }
Cari buku kategori Teknologi:
json
{ "kategori": "Teknologi" }
Cari buku yang tersedia DAN harganya di bawah 100 ribu:
json
{ "harga": { "$lt": 100000 }, "stok": { "$gt": 0 } }
Tips: Klik tombol "Options" di sebelah kotak filter buat fitur tambahan:
• Sort: Urutkan data (dari murah ke mahal, atau sebaliknya)
• Limit: Batasi berapa data yang muncul
• Project: Pilih kolom mana aja yang mau ditampilkan
Update: Ubah Data
Ada kalanya data perlu diubah. Misalnya stok buku berkurang karena ada yang beli, atau
harga berubah.
Cara 1: Ubah Satu Data (Gampang)
1. Arahkan mouse ke data yang mau diubah
2. Akan muncul icon pensil. Klik itu
3. Ubah datanya. Misalnya stok dari 100 jadi 95
4. Klik "Update"
Selesai! Datanya udah berubah.
Cara 2: Ubah Banyak Data Sekaligus
Misalnya kamu mau kasih diskon 10% ke semua buku kategori "Teknologi". Ribet kalau
satu-satu kan?
Di bagian bawah Compass ada kotak hitam (MongoDB Shell). Ketik kayak gini:
javascript
db.produk.updateMany(
{ "kategori": "Teknologi" },
{ "$set": { "diskon": 10 } }
)
Tekan Enter. Semua buku kategori Teknologi langsung dapat diskon 10%.
Penjelasan:
• updateMany artinya ubah banyak data
• Baris pertama: cari yang kategorinya "Teknologi"
• Baris kedua: tambahin data diskon: 10
Delete: Hapus Data
Hati-hati! Data yang udah dihapus nggak bisa balik lagi. Jadi pikir dua kali sebelum hapus.
Hapus Satu Data
1. Arahkan mouse ke data yang mau dihapus
2. Akan muncul icon tong sampah. Klik itu
3. Akan muncul konfirmasi. Klik "Delete"
Data udah terhapus.
Hapus Banyak Data Sekaligus
Misalnya mau hapus semua buku yang stoknya habis. Di MongoDB Shell, ketik:
javascript
db.produk.deleteMany({ "stok": 0 })
Semua buku dengan stok 0 langsung dihapus.
Tips Aman: Sebelum hapus banyak data, coba dulu pakai filter. Pastikan data yang muncul itu
benar-benar yang mau dihapus. Baru deh jalankan perintah hapus.
Bagian 4: Fitur Keren Lainnya
Schema: Analisis Struktur Data
Fitur ini kayak "foto rontgen" buat data kamu. Bisa lihat struktur data dari dalam.
Caranya:
1. Klik tab "Schema"
2. Klik "Analyze Schema"
3. Tunggu beberapa detik
Compass akan nunjukin:
• Field apa aja yang ada di data kamu
• Tipe datanya (angka, tulisan, tanggal, dll)
• Grafik yang nunjukin isi data
Ini berguna banget buat:
• Tahu struktur data kamu kayak gimana
• Cari data yang nggak konsisten
• Analisis sebelum bikin laporan
Aggregation: Analisis Data Lanjutan
Aggregation itu kayak Excel pivot table, tapi lebih canggih. Bisa buat analisis data yang
kompleks.
Contoh: Kamu mau tahu total stok buku per kategori.
Caranya:
1. Klik tab "Aggregations"
2. Klik "New Pipeline"
3. Klik "Add Stage"
4. Pilih "$unwind" dan isi: $kategori
5. Klik "Add Stage" lagi
6. Pilih "$group" dan isi kayak gini:
javascript
{
"_id": "$kategori",
"total_stok": { "$sum": "$stok" }
}
7. Hasilnya langsung muncul!
Kamu akan lihat total stok per kategori. Misalnya:
• Teknologi: 500 buku
• Novel: 300 buku
• Sejarah: 150 buku
Index: Bikin Pencarian Jadi Cepat
Kalau data kamu udah banyak (ribuan atau jutaan), pencarian bisa jadi lambat. Solusinya:
bikin index.
Index itu kayak daftar isi di buku. Alih-alih baca semua halaman buat cari sesuatu, kamu
tinggal liat daftar isi.
Caranya bikin index:
1. Klik tab "Indexes"
2. Klik "Create Index"
3. Pilih field yang sering kamu cari (misalnya: "judul")
4. Klik "Create"
Sekarang kalau kamu cari berdasarkan judul, hasilnya langsung muncul cepat banget!
Kapan perlu bikin index?
• Kalau data udah banyak (ribuan ke atas)
• Kalau kamu sering cari berdasarkan field tertentu
• Kalau pencarian mulai terasa lambat
Export & Import: Pindahin Data
Export (Keluarin Data)
Misalnya kamu mau backup data atau kirim ke orang lain:
1. Klik menu "Collection" di atas
2. Klik "Export Collection"
3. Pilih format: JSON atau CSV
4. Pilih mau export semua data atau yang terfilter aja
5. Klik "Export"
Data kamu tersimpan di file yang bisa dibuka di Excel atau aplikasi lain.
Import (Masukin Data)
Udah dijelasin di bagian Create tadi. Intinya:
1. Klik "ADD DATA" → "Import File"
2. Pilih file JSON atau CSV
3. Klik "Import"
URL Asli Video : (Channel: Izora Elverda Narulita Putri)